Asyiknya Berburu Takjil di Pasar Lama

Suasana ramai menyesaki kawasan kuliner Pasar Lama, menjelang adzan Maghrib berkumandang. Asyiknya berburu takjil di Pasar Lama dengan berbagai pilihan serta murah meriah pun tersaji di destinasi wisata kebanggaan warga Tangerang ini. 

Kawasan kuliner yang berada di Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, tak pernah sepi dari pengunjung. Berbagai makanan nan lezat menggugah selera terhampar di pusat jajanan ini. Mulai dari makanan tradisional seperti gorengan, kue basah, asinan, kolak, dan lauk pauk diburu para warga. Barbagai minuman yang menyejukan dahaga juga ada di kawasan kuliner tersebut.

Sop buah, es bubur, cendol, dawet dan lain sebagainya dapat menemani waktu berbuka puasa. Rangga (27) satu dari pelancong menyebut kawasan kuliner Pasar Lama ini merupakan ikon Kota Tangerang. Setiap kali menjelang berbuka puasa, lokasi yang menjadi tempat wisata itu selalu ramai.

Di sini makanannya komplit, cari apa saja ada. Sudah gitu murah meriah,” ujar Rangga, Minggu (4/6/2017).

Menurut pemuda berusia 27 tahun itu dirinya menyempatkan untuk berbuka puasa di Pasar Lama. Makanannya juga enak – enak, sambil nongkrong buka puasa di sini,” ucapnya.

Baca juga: Ngabuburit Asik dengan Nonton Pesawat di Pinggir Runway Bandara Soekarno-Hatta

Inge (29) satu dari pengunjung lainnya mengaku sering membeli takjil di Pasar Lama. Pasalnya banyak pilihan pada menu makanan dan minuman yang dihidangkan. Hemat waktu, pulang kerja lewat sini. Beli takjil buat makan di rumah,” kata Inge.

Sementara itu Resna (36) yang merupakan pedagang di kawasan kuliner itu mengungkapkan harga yang ditawarkan terbilang ekonomis. Masyarakat tak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk berbelanja takjil di Pasar Lama. Pusat jajanan takjil tersebut mulai dibuka sedari pukul 15:00 – 19:00 WIB.

Asyiknya Berburu Takjil di Pasar Lama – Para pengunjung pun tidak perlu khawatir kebagian tempat, lantaran tiap – tiap pedagang menyiapkan berbagai kursi dan meja agar bisa berbuka puasa di lokasi ini. Di sini harga gorengan cuma Rp. 2.000, es campur Rp. 5.000, sama asinan Rp. 15.000. Murah – murah, banyak pembelinya,” papar Resna.

There are no comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).