Sensasi Makan Nasi Jagal di Kota Tangerang

Indonesia memiliki berbagai jenis kuliner yang menggugah selera, nama-nama kuliner di Indonesia pun banyak yang cukup unik dan agak seram, seperti rawon setan atau ada juga es pocong, nah yang di Tangerang adalah Nasi Jagal.

Wah Nasi Jagal, seperti apa yah? Nasi Jagal terdiri dari sepiring nasi putih yang dibagian piring itu terdapat sepuluh potongan daging sapi yang berkuah kental kecap dipadu bumbu-bumbu. Untuk dagingnya sendiri digunakan bagian daging sapi yang lembut, semisal bagian kepala, bagian gajih, dan jeroan.

Daging sapi dengan sedikit berlapis lemak dan dicampur menjadi satu dengan racikan bumbu khas dari Madura yang terkenal akan kelezatannya. Sementara rasa pedas, diambil dari sambal goreng yang ditambah sehingga menambah nikmat makanan ini.

Nasi Jagal juga bisa ditambahkan sambal goreng yang pedas menggigit dan bikin ketagihan. Dibuat dari cabai rawit merah yang dihaluskan dengan bawang merah dan ditumis dengan minyak. Kalau ingin lebih komplit bisa ditambah dengan lauk lain yang tersedia. Kerupuk udang, emping, tahu goreng dan tempe goreng.

Nasi Jagal berada di dekat Bendung Pasar Baru Irigasi Cisadane atau yang biasa disebut Pintu Air Sepuluh. Tepatnya di kawasan Rumah Potong Hewan Kota Tangerang di Jalan Raya Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, karena lokasi tersebut dinamakan Nasi Jagal.

Baca juga: Sensasi Kuliner Laksa Khas Tangerang

Setidaknya ada lebih dari enam warung yang letaknya berdekatan dan buka 24 jam. Semuanya menawarkan menu yang sama, yaitu Nasi Jagal dan Nasi Goreng Jagal.

Sumber: Merah Putih

Comments (1)

  • Brillie

    Nasi jagal itu mirip nasi krengsengan di surabaya. Cuma lebih enak krengsengan krn menggunakan daging aslia. Nasi jagal tangerang ini sebenarnya menggunakan daging2 gajih yg mungkin awalnya sisa daging yg habis dipotong dan gak laku.
    Akhirnya jadi kuliner baru deh. Dibanding nasi jagal pintu air, lebih enak nasi jagal di jl sipon poris karena menggunakan daging asli dan ada varian cecek (orang sini menyebutnya kikil).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).