Mewabahnya virus corona di Indonesia dijadikan kesempatan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk menjual masker palsu, bahkan sampai ada yang mendaur ulang masker bekas. Agar tidak tertipu, berikut kiat untuk memilih masker kesehatan yang asli dan terjamin kualitasnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia, Moh. Adib Khumaidi menjelaskan masker kesehatan yang asli punya ciri fisik tertentu yang dapat dilihat secara kasat mata.

“Kalau masker palsu, dia tidak memiliki filter molekul, jadinya hanya menahan udara saja. Seharusnya fungsi aslinya menahan molekul yang berterbangan di sekitar sehingga tidak tertular penyakit,” katanya pada Sabtu, 29 Februari 2020.

Berikut beberapa cara membedakan masker asli dan palsu :

  1. Hindari membeli masker dengan 2 warna berbeda (misal : biru-putih atau hijau-putih)
  2. Masker palsu tipis, sedangkan masker asli akan terasa tebal karena memiliki 3 lapisan. Lapisan pertama (paling luar) untuk mencegah percikan masuk ke masker. Lapisan kedua (tengah) untuk filtrasi, sdeangkan bagian dalam yang menyentuh hidung dan mulut berfungsi sebagai absorbsi.
  3. Belilah masker di tempat-tempat legal atau resmi seperti apotek.

Tidak hanya sekedar memilih masker, tetapi TNGers juga harus memperhatikan ketika hendak membuang masker bekas pakai. Masker bekas pakai itu kotor dan banyak bakteri/virus, oleh karena itu sebaiknya dihancurkan atau dirusak terlebih dahulu sebelum dibuang.

Pasalnya, di luar sana banyak oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mendaur ulang masker bekas pakai yang masih utuh untuk dijadikan sumber keuntungan. Agar lebih mudah, TNGers cukup menggunting masker bekas pakai sebelum dibuang.

There are no comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).