Biasanya ketika kita mendengar ‘Kampung Inggris’, kita akan segera terbersit kampung Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur. Tapi kini sepertinya, Pare akan memiliki saingan, nih. Sekarang, Tangserang juga punya English Village sendiri, dong. Tepatnya di Tangerang Selatan. Yeay! Bahkan punya kita lebih menarik lagi. Kampung Inggris ala Tangsel ini selain belajar bahasa Inggris juga akan ada pelajaran bercocok tanam juga, lho. Asyik, kan!

Nilai plus pengajaran bercocok tanam ini muncul karena Kampung Inggris ini berlokasi di Kampung Konservasi Rimbun yang berlahan seluas kurang lebih 2,5 hektar di tengah permukiman modern Serpong. Jadi, seperti mengamalkan sambil menyelam minum air. Menarik banget, kan! Adapun alamat lengkap kampung yang juga jadi desa wisata ini ada di jalan H. Jamat nomor 11, kelurahan Ciater, kecamatan Serpong.

Adapun Kampung Konservasi Rimbun sendiri sudah dibangun dari bulan Agustus 2016 sedangkan Kampung Inggrisnya resmi dibuka sejak November 2017 lalu. Saat itu, siswanya sudah ada 51 anak dari SD sampai SMP dengan lima orang pengajar.

Photo by: Sindonews.com

Ide pengadaan kampung Inggris ini merupakan hasil diskusi Gusri Effendi dan teman-teman komunitas sosialnya untuk memberikan pendidikan bahasa Inggris gratis untuk anak-anak muda, tepatnya usia sekolah dasar hingga sekolah menengah. Rasa kontribusi serta kerelawanan semacam itu timbul dari impian supaya generasi muda bisa siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Ya, salah satu menjawab tantangan itu dengan bisa bahasa Internasional, yaitu bahasa Inggris.

Nah, agar hasil belajarnya aplikatif, salah satu praktek bahasa Inggrisnya yang akan diterapkan, yaitu melalui pengajaran bercocok tanam. Jadi, ketika menanam tanaman ngobrolnya pake bahasa Inggris juga. Asyik banget, ya! Seperti yang dikutip Kompas.com,

“Kami nanti enggak cuma fokus ngajarin Bahasa Inggris. Nanti ada belajar bercocok tanam tapi obrolannya pakai Bahasa Inggris. Kami kemas dengan suasana santai,” tutur Gusri.

Selain metode yang asyik tadi, ke depannya juga diharapkan agar Kampung Inggris ini punya pengajar yang memadai dan psikolog kompeten untuk bantu membina di sini.

Photo by: Kompas.com

Ide ini pun disambut baik dan diapresiasi oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, seperti yang dikutip wartakota.tribunnews.com,

“Saya sangat menyambut baik tempat seperti ini, berinovasi dan berkreatif. Mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan dan menjadi kebiasaan bagi anak-anak kita. Dan saya tambahkan sedikit, mungkin nanti ibu-ibunya di English Village ini dibantu diberikan keterampilan berbahasa asing dan yang penting ada penyeleksian”.

Baca Juga: Kampung Warna Warni: Wisata Baru di Kota Tangerang

Wah, kalau pemerintah dan warga saling bahu membahu dalam mewujudkan masyarakat yang berpendidikan, rasanya adem. Dan jadi asyik banget Tangerang punya kampung Inggris sendiri. Jadi, nanti TNGers gak perlu jauh-jauh belajar ke Pare. Kesempatan ini tak boleh TNGers sia-siakan. Kita juga patut untuk turut membantu mempromosikan atau mengikuti program Kampung Inggris ini. Siapa tau bisa gantikan Pare sebagai Kampung Inggris. Hehe

There are no comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).